Urgent.News

What's breaking now, across thousands of outlets.

World

Undang-undang tahanan rumah perlu peraturan jelas, pengawasan kehakiman

Undang-undang itu perlu digubal dengan cukup jelas bagi memastikan tahanan rumah tidak menjadi satu lagi bentuk hukuman yang boleh dilaksanakan secara tidak konsisten atau terpilih.

Undang-undang tahanan rumah perlu peraturan jelas, pengawasan kehakiman

Reformasi sistem keadilan jenayah memerlukan Cadangan Akta Tahanan Rumah dengan pengawasan kehakiman, bukan sekadar cara mengurangkan kesesakan penjara. Malaysia pada masa itu mempunyai 93,000 banduan tetapi hanya 75,000 tempat penjara. Definisi jelas dalam undang-undang mengenai siapa yang layak sangat penting. Faktor-faktor seperti jenis kesalahan, tahap seriusnya, rekod kejahatan, risiko mengulangi, pemantauan elektronik dan risiko melarikan diri perlu di pertimbangkan.

Aktan itu juga perlu menentukan kategori kesalahan serius yang tidak diijinkan. Tahanan rumah tidak sepatutnya untuk individu yang tidak mempunyai risiko kepada masyarakat. Penilaian risiko harus melibatkan kemungkinan melakukan keganasan, mengulangi kesalahan, melarikan diri dan risiko hubungan dengan jenayah terancang. Pengalaman negara lain seperti New Zealand, Australia dan Kanada menunjukkan kepentingan pemantauan elektronik yang kuat dan syarat-syarat yang jelas.

Mahkamah harus memutuskan siapa yang layak menjalani tahanan rumah, tidak semata-mata budi bicara pengecualian.

Written by urgent.news from Free Malaysia Today's reporting — not their text. Machine-written — may contain errors; check the original before relying on it.

This story

This is one outlet's version. Read the fullest account.

Read the original at freemalaysiatoday.com →

More in World

Indonesia Among Global Envoys Walk Out on Netanyahu UN Speech

Indonesian and international diplomats walked out of the UN General Assembly in New York as Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu took the stage.

  • Indonesia and several countries walked out during Netanyahu's UN speech.
  • Protestors jeered and booed Netanyahu, causing the presiding officer to restore order.
  • The walkout occurred amid criticism of Israel's actions in Gaza, West Bank, Lebanon, and Iran.

More from Friday 25 September →