Urgent.News

What's breaking now, across thousands of outlets.

World

Sampai bila Pisa dan ranking menentukan kejayaan pendidikan kita?

Pendidikan bukan pertandingan menghasilkan skor terbaik. Pendidikan ialah agenda besar menghasilkan manusia yang lebih baik.

Sampai bila Pisa dan ranking menentukan kejayaan pendidikan kita?

Sampai bila Pisa dan ranking menentukan kejayaan pendidikan Malaysia? Rumusan terkini Pisa 2025 menampilkan peningkatan skor sains kepada 419 dan bacaan kepada 393, meskipun tidak signifikan secara statistik. Matematik mengalami penurunan 11 mata kepada 397, masih di bawah purata OECD. Pisa menjadi alat diakui untuk mengukur prestasi pendidikan internasional, tetapi tidak direka untuk menjawab persoalan yang lebih besar mengenai bentuk manusia yang sedang dibentuk.

Malaysia perlu belajar dari Korea Selatan tentang keseriusan terhadap pendidikan, budaya belajar, penghormatan kepada guru, disiplin dan kemampuan keluarga untuk mempertanggungjawabkan pendidikan anak. Namun, Malaysia tidak boleh sekadar mengikuti angkanya. Perhatikan juga apa yang berlaku di sekeliling angka itu. Sebelahnya, 75.7% pelajar rendah dan menengah Korea Selatan menyertai pendidikan swasta, dengan biaya sebesar 27.5 trilion won per tahun.

Korea Selatan juga menghadapi persoalan kesejahteraan, dengan kriminalitas bunuh diri yang tinggi di antara umur 10 hingga 49 tahun. Tidak tepat untuk menghubungkan statistik ini dengan sistem pendidikan, tetapi ingatkan kita bahawa kemahiran akademik tidak secara automatik bermakna kesejahteraan dalam semua dimensi. Malaysia seharusnya menggunakan Pisa sebagai alat diagnosis, tidak sebagai penentu kejayaan pendidikan.

Data sendiri sudah cukup bercerita. Sijil Pelajaran Malaysia 2025 mencatat kesuksesan tertinggi sejak KSSM diterapkan, tetapi 21.7% calon gagal Matematik, dan 21% calon pendidikan moral gagal. Matematik dan pendidikan moral ini memerlukan lebih dari sekadar peningkatan skor; ia memerlukan program pendidikan yang menyeluruh yang mengukur lebih dari sekadar pencapaian akademik.

Written by urgent.news from Free Malaysia Today's reporting — not their text. Machine-written — may contain errors; check the original before relying on it.

Also reported by 1 other outlet

Read the original at freemalaysiatoday.com →

More in World

More from Wednesday 16 September →