Pengundi Cina masih berteka-teki soal sokongan menjelang PRN Melaka
Kebanyakannya yang ditemui FMT berkata akan mengundi pada 14 Nov ini, namun kurang bersedia mendedahkan pilihan masing-masing, manakala sesetengahnya belum buat keputusan.
Hairani pada FMT berkata bahawa 21.1% dari populasi Melaka adalah warga asing Cina pada tahun 2025. Meskipun banyak pengundi Cina yang ingin menerbitkan dukungan, sebagian besar merindukan tanggungjawab mengundi di Pemilihan Rakyat Negeri (PRN) 14 November. Biasanya, mereka mengakui tanggungjawab sebagai sivik tidak dapat diabaikan, tetapi perasaan ketakutkan mengenai kadar keluar mengundi di kalangan warga Cina bertambah ketika PRN Johor berada dekat pada bulan Juli tahun lalu.
Setelah hasil pemilihannya diumumkan, Ong Kian Ming, bekas anggota parlemen Bangi, menyatakan kesedihan klimaks mengenai penurunan kadar keluar mengundi warga Cina di Johor, sekitar 8 persen kurang dibandingkan PRN sebelumnya. Pakatan Harapan mendapat dukungan 52.2% dari warga Cina yang layak mendumai PRN Johor, sementara Barisan Nasional mendapat dukungan 64.1% dari warga Melayu yang layak mendumai, kata Ong.
Pembagian dukungan pada PRN Negeri Sembilan pada bulan Ogos adalah 62%, lebih tinggi 3 persen dibandingkan PRN Johor. Di samping keinginan untuk menerbitkan dukungan tertentu, banyak pengundi Cina lebih hati-hati dalam merumuskan pilihan untuk suara mereka. Orang-orang seperti Chin, Ling, Khoo, dan Oeh Ei Sun, semua pengundi dari Bandar Hilir, Ayer Keroh, Ujong Pasir, dan Institut Hal Ehwal Antarbangsa Singapura, menemukan keputusan mereka tergantung pada prestasi calon dan kemampuan menangani masalah harian.
Written by urgent.news from Free Malaysia Today's reporting — not their text. Machine-written — may contain errors; check the original before relying on it.
This story
This is one outlet's version. Read the fullest account.
- Pengundi Cina masih berteka-teki soal sokongan menjelang PRN Melaka freemalaysiatoday.com