Urgent.News

What's breaking now, across thousands of outlets.

Finance & Markets

CSA dan dajal: Istilah agama menjadi senjata politik

Politik tidak sepatutnya mempunyai dua ukuran moral, satu untuk kawan dan satu lagi untuk lawan. Lebih penting, kita perlu membezakan antara kritikan politik dengan penghukuman agama.

CSA dan dajal: Istilah agama menjadi senjata politik

Presiden PAS, Hadi Awang, telah menggambarkan Perjanjian Keyakinan dan Perbekalan (CSA) sebagai pendekatan dajal. Ini disebabkan oleh penggunaan istilah agama yang dicontohkan tanpa pendapat syarak jelas dan bukan hanya perbezaan politik. Kritikan politik yang dilambangkan dengan dajal tidak hanya mempengaruhi pendapat politik, tetapi juga amanah, tanggungjawab agama, dan kewibawaan seorang guru ulama.

CSA adalah cara untuk mendapatkan dukungan antara ahli parlimen atau blok tertentu kepada kerajaan dalam hal tertentu, seperti kebijakan keuangan dan reformasi institusi. Tapi, ahli politik dapat mempertikaikan hal-hal dalam CSA tanpa mengaitkan perjanjian tersebut dengan dajal. Konsistensi politik PAS juga menjadi pertanyaan, sebagaimana iskuan MoU beranti antara PAS dan Pakatan Harapan pada tahun 2021.

Jika politik kerjasama yang sama dianggap sebagai pendekatan dajal, bagaimana pendirian PAS terhadap percobaan sebelumnya? Kritikan politik dan penghukuman agama harus dibedakan, karena dajal memiliki arti khusus dalam akidah Islam.

Written by urgent.news from Free Malaysia Today's reporting — not their text. Machine-written — may contain errors; check the original before relying on it.

Read the original at freemalaysiatoday.com →

More in Finance & Markets

Chinese space firm builds wooden rocket nose cone for cheaper, frequent launches

Chinese commercial space firm Light Year Explorer has manufactured a rocket fairing with a wooden outer skin as part of the company’s push for lower-cost, mass-produced launch vehicles. The design of the protective shell uses low-density plywood formed into a smooth aerodynamic curve, supported by an internal metal framework to bear…

Dutch asset manager Robeco planning to expand presence in Hong Kong

Dutch asset management firm Robeco is planning to expand its presence in Hong Kong to ride the robust wave of wealth creation in the Asia-Pacific region, CEO Karin van Baardwijk said this week. The Rotterdam-headquartered firm, which had client assets totalling US$464 billion in June, would move into a bigger office “very soon”, van…

More from Friday 6 November →