{
  "id": 4767518,
  "title": "Ada sejarah lain di pelancaran ‘Kita Bikin Sejarah’",
  "url": "https://urgent.news/2026/09/01/ada-sejarah-lain-di-pelancaran-kita-bikin-sejarah",
  "topic": "world",
  "section": "World",
  "published": "2026-09-01T01:30:00.000Z",
  "source": {
    "name": "Free Malaysia Today",
    "slug": "free-malaysia-today-freemalays",
    "url": "https://www.freemalaysiatoday.com/category/bahasa/pandangan/2026/09/01/ada-sejarah-lain-di-pelancaran-kita-bikin-sejarah"
  },
  "original_language": "en",
  "account": "Sabtu dua minggu lalu, saya hadir di Bazar Buku Antarabangsa Johor (BBAJ) di Paradigm Mall, Johor Bahru untuk belanja peluncuran buku Kita Bikin Sejarah karya sutradara Nasir Jani. Buku ini membincangkan balik-lambat filem Kembara Seniman Jalanan, film klasik yang berumur 40 tahun. Nasir Jani, pihak yang terkenal dan kawan saya, mengajarkan program ini, dan saya menggugat untuk hadir. Rabak-Lit, penerbit ini, juga pernah mencetak buku saya, jadi saya tidak suka meninggalkan acara ini.\n\nPanel program termasuk Nasir Jani, M Nasir, Zarul Albakri, Imuda, Hassan Muthalib, dan Amen Khalid. Mereka semua turut berkontribusi dalam buku tersebut tentang pembekuan filem tersebut dan pengaruhnya pada hidup dan karier mereka.\n\nTiba-tiba, terjadi kejadian kecil yang membuat acara tersebut menjadi sejarah. Sebelum peluncuran buku, ada acara perasmian BBAJ oleh seseorang terkenal. Acara rasmi ini melepasi masa lebih lama daripada yang ditujukan, mengakibatkan peluncuran buku Kita Bikin Sejarah dimula 30 minit lewat. Izzat, yang mengurus pentas, berasa risau kerana terdapat keberatan dan masalah teknikal.\n\nModerator, Zainal Rashid Ahmad (ZRA), naik untuk meminta maaf atas keberatan dan mengulangi acara. Tapi ZRA, yang terkenal memalukan, memulangkan perhatian kepada masa. Dia menggigit tentang ketidakhadiran dan menghormati waktu solat. Dalam kenyataannya, dia mengingatkan kita untuk menghormati masa orang ramai, tidak semestinya oleh menyatukan kepertibahan protokol yang ada.\n\nIni memberikan saya pikiran untuk melihat semula budaya protokol dalam acara kita. Protokol adalah penting untuk menjaga tertib dan menghormati tetamu, tetapi tidak perlu selalu tetap dalam bentuk yang sama. Kita boleh melihat semula beberapa budaya formal yang telah pernah ada dan mempertahankan makna yang lebih penting.\n\nKembara Seniman Jalanan, filem ini, muncul pada tahun 1986 dan membincangkan seniman muda yang ingin berubah, tentang cita-citanya sebagai musisi yang membelayangi. Ini film melawan arus pada zaman itu, berbeza dengan filem-filem tempatan yang hanya menyajikan cinta pada perempuan muda. Ini sangat berpengaruh pada kehidupan remaja saya dan saya sememangnya masih muda dengan ketetap keberanian untuk mengongsikan pendapat.",
  "summary": "Di sebalik nostalgia Kembara Seniman Jalanan, pelancaran bukunya membuka persoalan tentang budaya protokol, menghormati masa dan keberanian untuk bersuara.",
  "key_points": [],
  "editors_take": null,
  "illustration": null,
  "coverage": {
    "outlets": 2,
    "also_reported_by": [
      {
        "outlet": "Free Malaysia Today",
        "title": "Ada sejarah lain di pelancaran ‘Kita Bikin Sejarah’",
        "url": "https://urgent.news/2026/09/01/ada-sejarah-lain-di-pelancaran-kita-bikin-sejarah-4769485",
        "published": "2026-09-01T01:30:00.000Z"
      }
    ]
  },
  "ai_generated": true,
  "disclaimer": "Summaries, key points and the editor’s take are written by software from other outlets’ reporting and may contain errors — always check the linked original."
}